31/01/12

Air Tidak Bersalah

Banjir bukan hanya menjadi trend dikota-kota besar seperti Jakarta dan Semarang saja coy.. Banjir sudah banyak melanda kota-kota kecil bahkan wilayah pedesaan, apakah gerangan yang terjadi? Apakah air sebagai bagian dari alam sudah murka terhadap manusia?

Bila banjir datang selalu muncul banyak manusia yang malah main tebak-tebakan untuk memecahkan teka-teki darimana asal air mengalir. Hanya bisa memprediksi karena kerusakan alam, hutan semakin lenyap, pohon-pohon telah habis, sawah dan ladang berubah menjadi gedung pencakar ayam eh.. pencakar langit.
Manusia hanya pandai menngeluh kok panas, kok hujan, kok badai, kok banjir dan kokok..kokok..yang lainnya (kayak ayam donk). Sikap yang seperti itu seolah-olah semua terjadi karena kesalahan alam.

Air memang sumber kehidupan kita, tetapi jika air datang secara berlebihan selalu akan menimbulkan derita kehidupan. Bukannya segala sesuatu yang berlebihan tidak baik, betul tidak..?? (gaya AA Jimmy). Terlalu banyak risiko yang terjadi akibat banjir, jalan macet karena sulit dilewati sehingga kegiatan ekonomi dan bisnispun lumpuh, harta benda terendam bahkan banyak yang kehilangan, wabah berbagai macam penyakit menghampiri.

Semua itu adalah akibat dari manusia itu sendiri, buang sampah sembarang tempat, penebangan hutan secara liar tanpa reboisasi, tata kota yang tidak memadai, dll. Hal tersebut mengakibatkan tidak adanya keseimbangan ekosistem, alam akan murka bila ketenangan mereka terusik.

Jangan salahkan air yang kodratnya mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang rendah.
Apakah semua bencana ini takdir atau bencana yang disiapkan sendiri?

1 komentar: